HP/Tablet dengan OS Android saat ini sedang booming di dunia,
selain karena banyaknya vendor yang mengeluarkan produknya -imbas ke
harga yang kompetitif- juga dikarenakan banyaknya aplikasi dari yang
free sampai yang berbayar yang tersedia di Market.
Tetapi tidak semua HP/Tablet android dibekali dengan kapasitas memory internal yang cukup lega. Tentunya ini jadi kendala bagi yang suka memasang aplikasi yang banyak dan juga membutuhkan tempat untuk data.
Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan perangkat memory tambahan (external) semisal MicroSD. Nah di sini akan saya coba untuk menshare sedikit pengalaman tentang bagaimana mempartisi MicroSD, karena perlakuan MicroSD berbeda dengan HDD pada umumnya.
Yang perlu dipahami adalah bahwa MicroSD bisa dipartisi menjadi beberapa bagian tergantung dari besarnya kapasitas yang ada. Akan tetapi hanya 1 partisi dan itupun hanya partisi yang terdepan -entah itu dengan format apapun: FAT, FAT32, NTFS, EXT2, EXT3- yang dapat dideteksi oleh Windows. Jadi saran saya jika tujuan kita mempartisi MicroSD untuk kepentingan: Data, aplikasi Android dan swap, maka kita harus membuat partisi yang pertama yang berfungsi sebagai tempat DATA.
Sebagai contoh kita akan membuat 3 partisi di MicroSD 16GB dan 8GB dengan perincian:
Setelah MicroSD terpasang di komputer akan muncul di window Mini Toolnya

Secara defaultnya MicroSD yang belum pernah dipakai akan berformat FAT32, dikarenakan kita akan membuat partisi jadi kita harus menghapus partisi tersebut.


Semua proses telah selesai, lepas MicroSD dengan aman, kemudian bisa dicoba dimasukkan ke HP/Tablet Androidnya.
Coba masuk ke Setting, kemudian Storage,,di situ akan terlihat kapasitas yang telah kita buat yaitu 10GB.
Untuk pengaplikasian partisi EXT2 kita bisa menggunakan tool LINK2SD atau MOVE2SD .
Perlu di ingat bahwa tidak semua HP/Tablet Android support dengan EXT2, jadi kalau tidak bisa mungkin bisa dicoba menggunakan EXT3 atau EXT4.
Sekian semoga bermanfaat.
Sumber : Rayzhan's Blog
Tetapi tidak semua HP/Tablet android dibekali dengan kapasitas memory internal yang cukup lega. Tentunya ini jadi kendala bagi yang suka memasang aplikasi yang banyak dan juga membutuhkan tempat untuk data.
Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan perangkat memory tambahan (external) semisal MicroSD. Nah di sini akan saya coba untuk menshare sedikit pengalaman tentang bagaimana mempartisi MicroSD, karena perlakuan MicroSD berbeda dengan HDD pada umumnya.
Yang perlu dipahami adalah bahwa MicroSD bisa dipartisi menjadi beberapa bagian tergantung dari besarnya kapasitas yang ada. Akan tetapi hanya 1 partisi dan itupun hanya partisi yang terdepan -entah itu dengan format apapun: FAT, FAT32, NTFS, EXT2, EXT3- yang dapat dideteksi oleh Windows. Jadi saran saya jika tujuan kita mempartisi MicroSD untuk kepentingan: Data, aplikasi Android dan swap, maka kita harus membuat partisi yang pertama yang berfungsi sebagai tempat DATA.
Sebagai contoh kita akan membuat 3 partisi di MicroSD 16GB dan 8GB dengan perincian:
- 10GB FAT32 sebagai media storage,
- 3GB EXT2 sebagai tempat aplikasi android, dan
- 1GB SWAP sebagai yang digunakan untuk membantu kerja RAM, biasanya partition swap dibuat sebesar 2 kali besar RAM.
- semuanya harus dipartisi sebagai PRIMARY
- 6GB Fat32 Sebagai media storage,
- 580MB Swap
- Sisanya Sebagai Ext2
- Software partisi, bisa menggunakan EASEUS Partition Master -bisa didapat di sini- atau dengan Mini Tool Partition Wizard -bisa didapat di sini;
- Windows 7 -of course- karena yang didownload buat windows
;
- MicroSD, di sini saya menggunakan MicroSD Visipro 16GB
Setelah MicroSD terpasang di komputer akan muncul di window Mini Toolnya
Secara defaultnya MicroSD yang belum pernah dipakai akan berformat FAT32, dikarenakan kita akan membuat partisi jadi kita harus menghapus partisi tersebut.
- Klik kanan di lokasi MicroSD kemudian pilih DELETE.
- Klik kanan lagi pilih CREATE.
- Kita tentukan kapasitasnya (10GB), create as: primary dan file system:FAT32
- untuk partisi selanjutnya dilakukan seperti di atas, hanya disesuaikan dengan tipe file system yang akan dibuat dan besarnya partisi.
setelah selesai klik APPLY di pojok kiri atas.
Semua proses telah selesai, lepas MicroSD dengan aman, kemudian bisa dicoba dimasukkan ke HP/Tablet Androidnya.
Coba masuk ke Setting, kemudian Storage,,di situ akan terlihat kapasitas yang telah kita buat yaitu 10GB.
Untuk pengaplikasian partisi EXT2 kita bisa menggunakan tool LINK2SD atau MOVE2SD .
Perlu di ingat bahwa tidak semua HP/Tablet Android support dengan EXT2, jadi kalau tidak bisa mungkin bisa dicoba menggunakan EXT3 atau EXT4.
Sekian semoga bermanfaat.
Sumber : Rayzhan's Blog
siangg.....
BalasHapusmas,blh nny ga... kl di minitool di partt ke 3 nya utk linux swap,di ksh primary blh ngak ya?
BalasHapusane coba gan,dari kemarin cari yg ginian ga dapet2 makasih infonya.
BalasHapusmo nanya gan, punya driver axioo picopad7 ga?kl punya bagi dong?makasih
Thnx bgt infonya gan...! Rada susah juga nyari info partisi 16 gb, akhirnya nemu juga...!
BalasHapusmas swap nya ada pkai program lgi tk?
BalasHapus