Pages

Selasa, 21 Mei 2013

Kalian \(^^)/

Bismillah,,,
dah lama ni ga orat-oret blog, sambil nunggu jam pulang latihan ngetik 12 jari dulu ah,, mhehehehe.....

terakhir nulis tentang seekor pasukan eh sekonyong konyong, eh segerombolan pasukan ga jelas,,, ahahaha...
lagian pasukan namanya ga keceh beud, "Pasukan Kerang" *duar pake efekBomMolotov* ahaha.. ni pasukan isinya berbagai jenis tumbuhan, eh, kambing, eh,, manusia, eh, mamalia,, *haha  banyak beud isinya dah kaya panti pijat, eh panti asuhan. rame tapi yg kumpul ntu2 lagi aja orgnya, ah kecewa sayah kecewa SUBUUUUUUUUUR!!!
nih biar cetar n keceh kayanya gue perlu sebutin atu2 siapa aja penghuni rumah hantu ini, eh pasukan kerang ini, nih yg pertama kita bahas siii saha yah?  Pajri iyah gue bahas si pajri dulu aja, *ni yg ngatain tulisan gueh muter2! lu kira gangsing!* dri pada eluh segala pin bb di pajang di blog, sklian aja no KTP, SIM, KK, dan sajabana lu masukin! *Murka aing! ahahah...

Muhamad Fajri *jerengjeng pake efek gempa*
ni org kreatif sebenernya cuma kitu rada ngaleyed, kudu geura di kawin keun jeung si mandra! eh mandah. *RamandhaKarlinaSariBungaKembojaMenclokDiJendelaNenekSudahTuaGiginyaSudahDiBehelGaholGilaNiNenek
brooo pajri,, love yuh *kiceup-kiceupMata

nyang kedua, nden itu putra,
teuing putra naon? boh putra no'ong teuing putra abadi *merekTokoBangunan* ahaha... Deni Saputra, ni org paling pinter ngalawak sebenerna, cuma yg ngerti lawakan dia ngan si pina jeung ayang engkah *eh umi engkah :D sugan ngefans atau emang koplakna satype? *teung lah liyeur! nden ini sukanya ngaret ga jebo, *den dimana? dijalan. (teuing jln mana?) hahah... ngan rada cape nasehatan si etamah, kudu sabar, ni org kalo ga di nasehatin ngeluhnya sa abreg abrek kos pakean anyar ngumbah tapi can di poean. nah kawas kitu. tapi nden ini asik broooh gue suka gayah loh! lanjutkan kakak lanjutkaaan! *baledogSakarRoko

terus ada Toni, Toni Iswanto..
nah makhluk yg satu ini, lah ngapa jadi makhluk? ahaha,,,, org satu ini sekarang sudah berubah, *suganPahlawanBertopeng make berubah? biasa dah punya ayang baru jdi aga2 ihiiy lah,, ni juga sama suka minta nasehat, cukup kenyang lah nasehatin diye, ni nasehat tambahan buat andah wahay kakak toni ismanto, eh sumanto, halaah iswanto! jangan kau berubah sedikitpun terhadap pasukan kerang! *harga Mati teu meunang nawar bisi bangkrut ane :D

terus aya si nandi.
tah iyeu yeuh, manusia super duper isinya keluh kesah dan gelisah sapanjang poe, sugan kudu di bwa ka pegadaian? hahah.. nandi jarang kumpul, kalo di ajak kumpul pasti jawabanna, insyaAlloh, aing keur parusing! tah eta, sudah ga aneh lah pokonamah. broo nandi life it's so easy don't make it difficult uyeaah uyeeah yo man yo man *gaya anak alay








ada lagi aie org paling alay di FB dengan nama sepanjang 2km naik pesawat di tambah 3km naik kareta dan 10km jalan kaki,,, nih namanya Fiztunityrezpector Bumikelangittetapsemangat Yangpunyakawasansentul (Fizt Rezpector). tah pan? ni gue tambahin papnjangnya, yangpunyakawasansentulpalihkalercaketbumipakRWgigireunPakLurahparendengjeungpacamathareupueunmasjidtukangeugawir (FizRepotnyaHidupLuh) ahahaha... aie juga srkarang jarang kumpul, maklum jarak rumah yg begitu jauh dan berliku serta pacar baru yg ta mau di tinggalkan *jadiKamuLebihMilihPacarKamudiBandingAing? KitaBubaran! geuscape rumah tangga jeung ente! hahah... smangat nabung brooh,, cepet nikah ya, tapi aing heula hahah...

ada lagi tarno, 
Hendra Maulana "Libra" <--- ni penganut faham zodiak) ahahaha.. istigfar lur istigfar!
bebep tarno, begitulah sapaan sayang pasukan terhadap beliau *beuHormatAmatAingMakeBeliau? hahaha... bebep yg satu ini lucu, namun pemalu, *iyuuuh haha,,, namun syg di sayang sudah lama ta jumpa dia, kami kangen kamyu beeeep anen! hahah...

 



nah ni popotongan bebep tarno, 

Wahyudin "Oyeh" <---- sumpah gatau apa maksudnya kata2 oyeh itu? :D
ni org koplak super ceungireun, skrg jarang kumpul juga karena sibuk sama "mamah-mamahnya" catatan PM BB "cinta membara mamah hengki" "sama nasi goreng spesial bebeknya" ahaha... kau menghilang tanpa jejak karna sia kawas jurig! hahah Pis man piss..





selanjutnya bersambung ah cape...

edisi selanjutnya nanti kita bahas yg wanitah,, mhehehe... siap2 ya gue bongkar! BONGKAR! *nakolanTembokPakePalu

STRATEGI MEMPERTAHANKAN IDENTITAS NASIONAL DI ERA GLOBALISASI

BAB I

1.1. PENDAHULUAN

Identitas suatu bangsa merupakan faktor yang sangat menentukan jati diri sebuah bangsa ataupun negara yang pada prinsipnya identitas itulah yang menandakan eksistensi bangsa di lingkungan internasional. Bertolak dari konsep diatas, adalah sangat penting bagi setiap bangsa untuk mampu mempertahankan identitas nasionalnya demi eksistensi bangsa tersebut dan harga diri, jati diri, dan kehormatan bangsa tersebut.
Adapun dalam era globalisasi sekarang ini, menuntut penyesuaian bagi setiap negara agar dapat mempertahankan eksistensinya sebagai negara berdaulat. Demikian halnya dengan identitas nasional suatu bangsa yang harus dipertahankan agar tidak mengalami pergeseran nilai identitas nasional tersebut. Hal inilah yang akan menjadi bahan kajian dalam makalah yang kami (kelompok II) sajikan dengan mengungkap cara–cara atau trick suatu bangsa dalam mempertahankan identitas nasionalnya. Dalam ulasannya, disajikan juga kondisi globalisasi sekarang ini yang mengalami kemajuan pesat. Disamping kemajuan yang pesat itu, tidak dipungkiri lagi ada begitu banyak tantangan yang dihadapi negara, dengan adanya pergeseran nilai–nilai budaya asli bangsa karena arus globalisasi yang kian deras sehingga kadang tidak terkendali.
Menyikapi hal ini, perlu adanya peran pemerintah dan masyarakat yang bekerjasama dalam merespon masalah–masalah yang timbul dalam arus globalisasi sekarang ini, dan demi mempertahankan eksistensi identitas nasional. Hal ini akan dibahas dalam makalah kami ini, dengan menyertakan berbagai sumber terkait demi keakuratan materi didalamnya.

1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah keberadaan identitas nasional dalam arus globalisasi ?
2. Strategi apakah yang diterapkan untuk mempertahankan identitas nasional dalam arus globalisasi ?
3. Mengapa identitas nasional perlu dipertahankan di era globalisasi ?

1.3. MANFAAT PENULISAN
1. Secara teoritis kegunaan makalah ini dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan tentang strategi mempertahankan identitas nasional dalam arus globalisasi.
2. Secara praktis bermanfaat bagi pengembangan wawasan ilmu pengetahuan mengenai strategi mempertahankan nasional dalam arus globalisasi, mengembangkan konsep tentang strategi mempertahankan nasional dalam arus globalisasi, memberikan manfaat dalam rangka pengembangan konsep, proposisi maupun teori baru tentang identitas nasional dan arus globalisasi, memberikan manfaat kepada masyarakat umum yang ingin mengetahui cara mempertahankan nasional dalam arus globalisasi.

1.4. METODOLOGI
Metode penulisan makalah ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Dalam penyusunannya, makalah ini disajikan dengan tiga bab, dimana pada Bab I, terdiri dari Pendahuluan, Rumusan Masalah, Manfaat Penulisan, Metodologi, dan Tinjauan Pustaka. Bab II, merupakan bagian pembahasan, dan Bab III merupakan bagian penutup yang terdiri atas kesimpulan dan saran.

1.5. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Strategi
Kata strategi berasal dari turunan bahasa Yunani “strategos” yang dapat diterjemahkan sebagai ‘komandan militer’ pada zaman demokrasi atena. Menurut Henry Mintz Berg, James Brian quinn, dan Jhon voyer( 1995), The Strategi Process Preatice-HLL,inc mendifinisikan strategi sebagai 5P yaitu: strategi sebagai perspektif, strategi sebagai posisi, strategi sebagai perencanaan, strategi sebagai pola kegiatan, dan strategi sebagai penipuan (ploy) yaitu muslihat manusia. Sebagai perspektif; dimana strategi dalam membentuk misi, menggambarkan perspektif kepada semua aktivitas. Sebagai posisi; dimana dicari piliha untuk bersaing sebagai perencanaan; dalam hal strategi menentukan tujuan performansi perusahaan. Sebagai pola kegiatan; dimana dalam strategi dibentuk suatu pola yaitu umpan balik dan penyesuaian. Menurut Henry Mints juga strategi merupakan sebuah pola dalam aliran keputusan atau tindakan. Dari berbagai pendapat yang dipaparkan para ahli, dapat di tarik kesimpulan bahwa strategi adalah suatu perencanaan dalam bentuk tindakan untuk mencapai tujuan.

B. Identitas Nasional
Identitas secara terminologi adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain . Berdasarkan pengertian tersebut, identitas nasional dapat berarti setiap bangsa memiliki ciri khas, keunikan dan sifat-sifat yang berbeda dengan bangsa lain. Dengan demikian, identitas nasional merupakan jati diri bangsa atau kepribadian suatu bangsa. Pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasaari tingkah laku individu. Tingkahlaku tersebut terdiri atas kebiasaan, sikap, sifat-sifat serta karakter yang beda dengan orang lain. Oleh karena itu, kepribadian tercermin pada keseluruhan tingkahlaku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain (Ismaun, 1981:6)
Identitas nasional merupakan kepribadian bangsa. Ketika dapat memahami kepribadian, yang menjadi pertanyaan apakah pengertian bangsa . Pada hakikatnya bangsa adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah sebagai suatu kesatuan nasional.
Dari pengertian kepribadian dan bangsa, maka identitas nasional itu benar-benar melekat pada setiap individu yang mendiami suatu bangsa.

C. Globalisasi
Globalisasi adalah suatu kekuatan yang tidak dapat dibendung. Didalam Konferensi Berlin dari kelompok yang menyebut dirinya sosial demokrat, Shimon Peres menyatakan kekuatan globalisasi sebagai pengalaman seseorang yang bangun pagi dan melihat segala sesuatu berubah. Banyak hal yang kita anggap biasa, banyak paradigma yang kita anggap suatu kebenaran tiba-tiba menghilang tanpa bekas. Menurut Budi Winarno, globalisasi menjadi sebuah fenomena multifaset (banyak wajah) yang menimbulkan beraneka ragam pandangan dan interpretasi, terutama jika dikaitkan dengan kesejahteraan umat manusia di dunia.

BAB II
PEMBAHASAN
STRATEGI MEMPERTAHANKAN IDENTITAS NASIONAL

2.1 Keberadaan Identitas Nasional dalam Era Globalisasi

Globalisasi saat ini bergerak dengan sangat cepatnya, kemajuan teknologi informasi serta komunikasi menyebabkan hubungan antara manusia menjadi sangat cepat dan tanpa batas. Setiap orang bisa berbicara dan bertatap muka dengan berbagai masyarakat dari berbagai belahan dunia lainnya. Dengan adanya kemajuan dibidang teknologi dan informasi mempengaruhi keberadaan bidang-bidang lain. Misalnya bisnis, transportasi, pembangunan, pendidikan, budaya. Pengaruh dari adanya kemajuan ini memudahkan proses transaksi bisnis dan transportasi maka secara otomatis akan memudahkan masuknya budaya-budaya asing yang akan mempengaruhi identitas nasional. Dalam identitas nasional, budaya adalah salah satu faktor penentu jati diri bangsa. Pada saat ini budaya lokal (daerah) perlahan-lahan mulai berubah dan bahkan ada bagian-bagian tertentu yang hilang, ini terlihat secara perlahan-lahan masyarakat cenderung berpikir dan menerapkan budaya nasional dalam tata kehidupan secara format bisnis yang dibangunnya. Seperti beberapa menu makanan dan tata budaya lokal mulai terasa asing diterapkan, seperti model keputusan ke daerah mulai ditinggal dan dipakai format keputusan budaya nasional, padahal kearifan budaya daerah juga mampu menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Pergeseran ini dapat kita lihat terutama pada masyarakat perkotaan yang telah mengalami akulturasi dari berbagai budaya, karena masyarakat kota bersifat heterogen. Contohnya terlihat pada acara-acara pesta perkawinan tertentu yang diadakan di perkotaan dimana mempelai laki-laki dan perempuan kadangkala ditemui tidak lagi memakai pakaian adat mereka, namun telah memakai pakaian yang bergaya barat seperti jas dan gaun. Contoh yang lainnya dapat dilihat dalam penyelesaian konflik dan proses pengambilan keputusan di masyarakat, yaitu dalam proses penyelesaian konflik tidak lagi mengedepankan konsep penyelesaian secara adat, padahal penyelesaian secara adat mampu memberi pengaruh penguatan rasa persaudaraan. Dari melihat contoh diatas globalisasi yang masuk ke Indonesia mampu mempengaruhi budaya yang sudah ada.

2.2 Strategi Mempertahankan Identitas Nasional

Dalam arus globalisasi ada begitu banyak tantangan yang di hadapi oleh berbagai negara, maka ada begitu banyak pula tuntutan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut. Termasuk juga tantangan dalam mempertahankan jati diri bangsa. Untuk menghadapi hal ini perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional yang merupakan jati diri bangsa, diantaranya dengan mengembangkan nasionalisme, pendidikan, budaya dan Bela Negara.

a. Mengembangkan Nasionalisme

Nasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembali dari budaya yang telah memberi identitas sebagai anggota dari suatu masyarakat bangsa-bangsa . Secara umum, nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhadap tanah air, termasuk segala aspek yang terdapat didalamnya. Dari pengertian tersebut ada beberapa sikap yang bisa mencerminkan sikap nasionalisme, yaitu :
1. Menggunakan barang-barang hasil bangsa sendiri, karena bisa menambah rasa cinta dan bangga akan hal yang di buat oleh tangan-tangan kreatif penduduknya.
2. Menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, bisa dilakukan dengan beberapa perbuatan misalkan membaca, menonton, mengunjungi hal-hal yang berkaitan tentang sejarah bangsa ini lahir. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme yang sudah ada dari masing-masing individu.
3. Berprestasi dalam semua bidang misalkan dari bidang olah raga, akademik, teknologi dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk menambahkan rasa bangga dan sikap rela berkorban demi bangsa.
Ada tiga aspek penting yang tidak dapat dilepaskan dalam konteks nasionalisme yaitu :
1. Politik. Nasionalisme Indonesia bertujuan menghilangkan dominasi politik bangsa asing dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat.
2. Sosial ekonomi. Nasionalisme Indonesia muncul untuk menghentyikan eksploitasi ekonomi asing dan membangun masyarakat baru yang bebas dari kemeralatan dan kesengsaraan.
3. Budaya. Nasionalisme Indonesia bertujuan menghidupkan kembali kepribadian bangsa yang harus diselaraskan dengan perubahan zaman.
Dengan demikian, mengembangkan sikap nasionalisme (cinta tanah air), akan dengan sendirinya telah mempertahankan dan melestarikan keaslian dari bangsanya, termasuk budaya atau kebiasaan, karakter, sifat-sifat, produk dalam negeri dan adat istiadat masing-masing suku. Dengan demikian, hal ini merupakan sikap yang menjadi salah satu faktor penentu dalam mempertahankan identitas nasional.

b. Pendidikan

Pembinaan jati diri bangsa indonesia dapat dilaksanakan melalui jalur formal maupun informal . Melalui jalur formal jati diri bangsa Indonesia dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan nasional mempunyai peran yang sangat besar didalam pembentukan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu kenyataan bangsa Indonesia ialah memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dengan jumlah suku bangsa yang ratusan dengan budayanya masing-masing merupakan kekayaan yang sangat berharga didalam pembentukan bangsa Indonesia yang multikultural. Didalam upaya pembentukan dan mempertahankan jati diri bangsa, peran pendidikan sangat efektif untuk menimbulkan rasa memiliki dan keinginan untuk mengembangkan kekayaan nasional dari masing-masing budaya lokal .
Hal ini sejalan dengan penuturan Syamhalim dalam tulisannya yang ditampilkan di blog-nya bahwa salah satu upaya untuk mengembalikan dan mengembangkan identitas nasional adalah melalui bidang pendidikan. Socrates menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses pengembangan manusia kearah kearifan (wisdom), pengetahuan (knowledge), dan etika (conduct), (Zaim. 2007). Ada dua fenomena mengapa pendidikan adalah yang pertama dan utama .
Pertama, ketika Uni Sovyet meluncurkan pesawat luar angkasanya yang pertama Sputnic pada 4 Oktober 1957, Amerika Serikat “meradang”. Amerika adalah negara besar dengan kemampuan teknologi yang paling maju merasa didahului oleh Uni Sovyet. Presiden AS ketika itu memerintahkan untuk membentuk special unit. Tim ini tidak berkeinginan untuk menandingi Uni Sovyet, tetapi tugasnya adalah meninjau kembali kurikulum pendidikan AS mulai dari jenjang Pendidikan Dasar sampai tingkat Perguruan Tinggi. Dengan bekerja keras dalam waktu yang singkat tim tersebut berhasil mengeluarkan statement yang menyatakan bahwa kurikulum pendidikan AS dari semua jenjang pendidikan sudah tidak layak lagi dan harus direvisi.
Amerika pun mulai melakukan pembaharuan pendidikan dalam segala segi dan dimensinya. Mulai dari kurikulum, mata pelajaran, tenaga pengajar, sarana pendidikan sampai pada sistem evaluasi pendidikan. Usaha mereka dengan sangat cepat membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Pada tanggal 14 Juli 1969 mereka berhasil meletakkan manusia pertama di permukaan bulan. Hanya dalam kurun waktu 12 tahun mereka berhasil mengungguli teknologi Uni Sovyet. Waktu yang relatif singkat, kurang dari masa pendidikan seorang anak dari tingkat dasar sampai jenjang perguruan tinggi. (C. Winfield dan Scoot dalam Zaim. 2007).
Kedua, kejadian yang hampir serupa ketika Jepang telah kalah dalam perang dunia II dengan dijatuhi bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Jepang praktis lumpuh dalam segala sendi kehidupan. Bahkan Kaisar Jepang waktu itu menyatakan bahwa mereka sudah tidak punya apa-apa lagi kecuali tanah dan air. Namun sang Kaisar langsung memanggil pucuk pimpinan dan bertanya: berapa orang guru yang masih hidup?. Sebuah pertanyaan sederhana tapi mengandung makna bahwa pendidikan adalah awal segalanya.
Dua fenomena diatas merupakan gambaran nyata dari urgensi pendidikan yang telah dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh AS dan Jepang. Langkah yang mereka ambil telah membuktikan kepada dunia bahwa kemajuan pendidikan berarti kemajuan sebuah bangsa. Dan bangsa manapun di dunia ini yang mengabaikan pendidikan maka akan mengalami kehancuran dari bangsanya.
Di Indonesia, jauh sebelum Bung Karno menggagas konsep kemerdekaan Indonesia, elemen bangsa yang berbasis pendidikan seperti R.A. Kartini, HOS Cokroaminoto, Dr. Soetomo, Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara, sudah memikirkan bangsa ini lewat pendidikan. Tidak lama berselang giliran KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial dan kependidikan dengan nama Muhammadiyah. Lewat satu Dekade berikutnya KH. Hasyim Asy’ari ikut mencerdaskan bangsa dengan NUnya. Semua bermuara pada pendidikan. Hasilnya, semua orang terdidik mulai memikirkan bangsa dan berusaha lepas dari penjajahan .
Dari uraian di atas nampak adanya keterkaitan antara pendidikan dengan kemajuan suatu bangsa. Warna pendidikan adalah warna suatu bangsa. Identitas nasional yang dikembangkan melalui pendidikan diharapkan akan memberi harapan positif bagi kemajuan bangsa ini untuk mempertahankan karakteristiknya sebagai sebuah bangsa yang beradab, bangsa yang santun, bangsa yang toleran, bangsa yang menghargai perbedaan dan bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pemantapan identitas nasional melalui dunia pendidikan hendaknya tidak dilakukan setengah hati dan parsial. Transformasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang memacu tumbuhnya identitas dan jatiri bangsa perlu sinergi dari pihak-pihak yang berkompeten di dunia pendidikan terutama guru yang bersentuhan langsung dengan siswa, dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa tugas ini tidak hanya menjadi tugas guru mata pelajaran tertentu saja misalnya Pendidikan Kewarganegaraan, tetapi juga semua guru mata pelajaran dengan pendekatan sesuai karakteristik mata pelajaran yang diampuh. Melalui dunia pendidikan dapat ditanamkan identitas nasional kepada generasi muda yang merupakan miniatur masyarakat masa depan.

c. Pelestarian Budaya

Seseorang yang di sebut berbudaya adalah seorang yang menguasai dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etis dan moral yang hidup di dalam kebudayaan tersebut . Budaya merupakan salah faktor penentu jati diri bangsa. Pada pengertiannya, budaya adalah hasil karya cipta manusia yang dihasilkan dan telah dipakai sebagai bagian dari tata kehidupan sehari-hari . Suatu budaya yang dipakai dan diterapkan dalam kehidupan dalam waktu yang lama, akan mempengaruhi pembentukan pola kehidupan masyarakat, seperti kebiasaan rajin bekerja. Kebiasaan ini berpengaruh secara jangka panjang, sehingga sudah melekat dan terpatri dalam diri masyarakat. Namun pada kenyataannya budaya indonesia sekarang ini mulai menghilang karena pengaruh budaya asing yang masuk ke indonesia, untuk itulah perlu adanya pembangunan kembali jati diri dan budaya bangsa dan Negara, ada dua hal utama yang harus dilakukan :
1. Merevitalisasi kedaulatan politik, ekonomi dan budaya agar berada pada jalur yang benar sesuai dengan hakikat bangsa yang merdeka sehingga bangsa kita mampu mandiri dan bermartabat.
2. Mendorong political will penyelenggaraan Negara, baik eksekutif maupun legislatif untuk membangun dan menjabarkan kembali nilai-nilai dan semangat kebangsaan di setiap hati nurani rakyat.
Selain pembangunan diatas, pembangunan dalam bangunan-bangunan budaya seperti rumah adat, dan lain sebagainya juga perlu diperhatikan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia. Dengan demikian, jelaslah bahwa dengan melestarikan budaya bangsa, dapat memperkokoh identitas nasional itu sendiri karena dalam setiap pelaksanaan nilai-nilai budaya, masyarakat akan lebih cenderung melekat dan menyatu dengan budaya yang dianutnya, selain itu juga dengan adanya keeratan dari buday ayang ada dapat membawa nama bangsa indonesia menjadi harum, dalam arti membawa budaya indonesia ke mancanegara atau memperkenalkan budaya yang ada ke negara luar.

d. Bela Negara

Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 berbunyi : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Dari bunyi pasal tersebut menunjukkan bahwa bela negara merupakan hak dan sekaligus kewajiban bagi setiap warga negara, ini membuktikan bahwa bela negara juga menjadi suatu aturan agar setiap warga negara harus melakukan tindakan bela negara demi ketahanan dan eksistensi sebuah negara. Pada zaman penjajahan bela negara diartikan dengan cara mengikuti wajib milter agar dapat membertahankan negara indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu ketika bangsa indonesia berhasil mengalahkan para penjajah dan merdeka, konsep bela negara berbuah dalam arti tidak tertapaku lagi harus mengikuti wajib iliter. Zaman sekarang ini, setiap orang dapat melakukan bela negara dengan caranya masing-masing, menurut profesinya atau pekerjaannya. Dalam konsep bela negara diinterpretasikan secara labih luas lagi sehingga meliputi segala bidang dalam kehidupan bernegara. Dalam upaya pembelaan negara ini, dilakukan secara terpadu dan disadasarkan atas kecintaan terhadap tanah air dan bangsa. Misalnya, dalam bidang kesehatan seorang dokter menekuni preofesinya dengan sungguh sehingga dapat membuat ia menjadi dokter yang handal bukkan hanya di Indonesia namun juga di luar negeri. Adapun contoh yang lain dala dunia pendidikan siswa belajar dengan rajin dan kemudian mengikuti lomba di tingkat internasional dan dapat meraih juara. Dari berbagai sikap yang dilakukan oleh warga negara sebagai rasa cinta terhadap negara dan pembelaan negara ini dapat mengharumkan nama bangsa indonesia. Dengan sendirinya juga setiap warga negara sudah memberikan sumbangsi terhadap ketahanan nasional dan eksistensi dari pada identitas nasional.

2.3. Pentingnya Mempertahankan Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia meliputi apa yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia, kependudukan Indonesia, ideologi, agama, politik negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Menghadapi identitas nasional, bangsa Indonesia sendiri masih kesulitan dalam menghadapi masalah bagaimana untuk menyatukan negara yang mempunyai banyak sekali kelompok etnis, yang memiliki pengalaman yang berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Namun saat ini masyarakat Indonesia masih bingung dengan identitas bangsanya. Karena kebiasaan atau pun budaya masyarakat kita telah bercampur dengan kebiasaan dan kebudayaan negara-negara lain. Indikator identitas nasional itu antara lain pola perilaku yang nampak dalam kegiatan masyarakat seperti adat-istiadat, tata kelakuan, kebiasaan. Lambang-lambang yang menjadi ciri bangsa dan negara seperti bendera, bahasa, dan lagu kebangsaan. .
Arus globalisasi yang demikian pesatnya, ternyata telah mampu mempengaruhi identitas nasional dan berpotensi merosotnya nilai-nilai budaya bangsa. Masyarakat budaya tidak lagi memperhatikan budayanya sendiri apalagi punya keinginan dan dorongan untuk melestarikan. Mereka cenderung mengadopsi dan menerapkan budaya asing dan mengabaikan budaya sendiri. Budaya yang asli dianggap kuno dibandingkan dengan budaya asing yang dianggap lebih modern.
Pemikiran dan pemahaman seperti inilah yang membuat menurunnya nilai-nilai kebudayaan asli bangsa dan berpotensi hilangnya identitas bangsa yang sebenarnya. Menyikapi hal ini maka dianggap penting untuk mempertahankan identitas nasional demi eksistensi bangsa. Salah satu alasan pentingnya mepertahankan nilai-nilai budaya sendiri adalah karena nilai-nilai budaya suatu negara adalah identitas negara tersebut didepan dunia internasional . Jika kita sebagai masyarakat Indonesia tidak mengahargai dan mempertahankan budaya kita sendiri, siapa yang akan mempertahankannya? Jika kita tidak mempertahankan budaya kita sendiri sama saja dengan kita membuang identitas negeri kita didepan dunia internasional yang akan membuat negara kita tidak terpandang didepan negara-negara lain. Dengan kita lebih menghargai dan mempertahankan budaya kita, akan lebih banyak lagi negara-negara yang akan tahu tentang bangsa kita dan dapat mendatangkan berbagai keuntungan dalam hal moneter ataupun hal non-moneter seperti nama Indonesia yang terpandang sebagai negara dengan berbagai keunikan dan keindahan alam.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka kami kelompok 2 menyimpulkan :
1. Identitas nasional dalam era globalisasi sekarang ini sudah mengalami kemerosotan dari nilai-nilainya yang merupakan akibat dari lajunya arus globalisasi sehingga proses masuknya budaya asing kedalam budaya asli bangsa sudah tidak dapat dikendalikan lagi. Akibatnya budaya asiang dan buday asli bangsa bercampur baur.
2. Untuk menyikapi hal diatas perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional. Strategi untuk mempertahankan identitas nasional dapat dilakukan dengan mengembangkan nasionalisme, melestarikan budaya, pendidikan, dan bela negara.
3. Identitas nasioanal dianggap penting untuk dipertahankan karena alasan berikut:
a. Identitas nasional merupakan jati diri bangsa.
b. Identitas nasional menjadi faktor yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain.
3.2. Saran
Sebagai warga negara yang baik kita harus mampu mempertahnkan identitas nasional di era globalisasi. Dimana pada saat ini dengan adanya perkembangan di era globalisasi mempengaruhi budaya-budaya yang sudah ada di indonesia. Disinilah kita sebagai warga negara harus mampu mengaembangkan jati diri bangsa, jangan sampai budaya kita diganti dengan budaya asing atau budaya luar. Terlebih kita sebagai mahasiswa harus berpartisipasi dalam mempertahankan identitas nasional. 

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi Irham, 2011. Manajemen – teori, kasus, dan solusi, Bandung : Alfabeta
Kaelan dan Zubaidi Achmad, 2010. Pendidikan Kewarganegaraan, Yogyakarta: Paradigma
Tilaar. H.A.R, 2002. Perubahan Sosial dan Pendidikan, Jakarta : Grasindo
Tilaar. H.A.R., 2007. Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta
Tilaar. H.A.R., 1999. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia, Bandung: Rosda
Adriel Kevin download http://kevinadriel.blogspot.com/2010/05/pentingnyamempertahankan-nilai-nilai.html, diposting pada minggu 9 Mei 2010, pukul 07.51, di kutip pada Rabu 14 November 2012, pukul 10.49.
Heru Tri yuza, download http://kelompokkwntekdus.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html, diposting pada Kamis, 10 November 2011, pukul 06.27, di kutip pada hari rabu, 14 November 2012, Pukul 10.05.
Syamhalim, http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/17/agenda-memantapkan-identitas-nasional-melalui-pendidikan/, diposting pada 17 August 2012 pukul, 05:52.
http://fikternora.16mb.com/2012/11/strategi-mempertahankan-identitas-nasional-di-era-globalisasi/

Kamis, 25 April 2013

Stick Drum

Stick Drum

Bagi para drummers pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya stick drum.Hampir setiap kali bermain drum membutuhkan yang namanya stick drum.Stick drum pun terdiri dari beberapa jenis, terrgantung pada ukuran,merk,ataupun bahannya.

1.Berdasarkan Ukuran
Ada 3 ukuran  yang dipergunakan di stick drum yaitu  2, 5 dan 7. Ukuran 2 adalah ukuran yang paling besar dan 7 adalah ukuran yang paling kecil.Pada stick drum, yang terjadi adalah  semakin kecil angkanya maka semakin besar stick drumnya.Nah biasanya ada tambahan A dan B dibelakang ukuran sticknya, misal 2A dan 2B, 5A dan 5B, 7A dan 7B. A atau B itu menentukan diameter dari si sticknya, kalau A lebih kecil daripada B.




2. Berdasakan Merk


  • Zildjian: Stick Zidjian memang terkenal sangat kuat. Tapi ukuran dari stick Zildjian sendiri agak berbeda dari yang lainnya karena stick-stick Zidljian cenderung lebih besar. 
  • Vic Firth: Benar-benar 'The perfect pair', semua sticknya benar-benar seimbang dan mempunyai pitch yang sama. Dan yang pasti lurus semua. Tapi jika anda kurang beruntung anda akan mengalami 'pematahan dini' .
  • Pro Mark: Satu-satunya stick yang logonya tercantum ditengah stick. Stik ini sangat kuat tetapi balancenya cukup aneh karena stick ini berat didepan.
  • Johny Rabb: Terkenal dengan inovasinya seperti Rhythm Saw. Tapi Rhythm Saw itu sendiri dapat berbahaya untuk drum karena dapat merusak bearing edge sehingga suara drum anda bisa menjadi kacau dan tidak dapat dituning.
  • Tama: Extra kuat dan merupakan yang paling nyaman di pegang. Tapi sayang, sekarang sudah sangat jarang.
  • Vater: Banyak sekali pilihannya, tetapi keseimbangannya tidak menentu alias setiap stick tidak mempunyai karakter yang sama walaupun bentuknya sama.
  • Ahead: Stick drum super mahal. Memang, cukup gaya... tapi, rebound-nya (pantulan) sangat mati dan suara drum akan terdengar tidak tajam. 
  • Regal tip: Stick ini tidak tahan dingin dan menjadi mudah patah. Bagi beberapa orang mungkin akan merasa bahwa stick ini terlalu licin tapi ada juga yang mengatakan bahwa stick ini yang paling nyaman. Kelemahan dari stick ini adalah jika menggunakan nylon tip, biasanya neck pada ujung stick kecil sekali sehingga mudah patah.
Selain dari merk-merk diatas kita juga dapat membuat stick drum custom yang ukuran,bahan,ataupun desainnya dapat ditentukan sesuai dengan yang kita mau.
Contoh stick drum custom:


3. Berdasarkan Bahannya  


-HICKORY : ulet, kokoh, pantulannya cepet, tidak mendem (bright) karakter kayunya dapet.  

HONJE    : kayu ringan degan tekstur agak kasar,cenderung berwarna cerah kekuningan. Cocok untuk stick diameter besar tanpa berat  

OAK       : Kayu yang memiliki warna yang agak kemerahan. Kayunya keras, Padat dan berat, sangat tahan lama dan biasanya berlangsung lebih lama dari jenis kayu lain. Ketahanan terhadap kemungkinan pecahan cukup tinggi. Memiliki keunggulan pelengkungan dengan uap. Kayunya cenderung lebih keras dan lebih berat.. 

SAWO    : tergolong kayu keras dan berat, dengan tekstur halus dan pola warna yang menarik. Kayu sawo cenderung berwarna coklat krem. Kayu sawo memiliki keawetan yang baik, tahan terhadap serangan jamur dan serangga.

Ternyata ujung stick drum ( tip) juga bermacam-macam 

Mau beli stick? Jadilah orang yang teliti.  

Sumber : fernando-drum

Rabu, 10 April 2013

1 Tahun ITJ Gelar MiladKustik di Car Free Day Jakarta


Islamedia - Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih dikenal dengan Car Free Day (CFD) yang biasa dinikmati warga Jakarta setiap Ahad itu menjadi hari yang sedikit spesial dan menjadi tidak biasa. 

Pasalnya, pada ahad [07/04] lalu, komunitas #IndonesiaTanpaJIL menggelar acara memperingati Milad (Ulang Tahun) yang pertama atas lahirnya gerakan yang digawangi anak muda itu, tepat di depan Plaza UOB, Jln. MH. Thamrin. 
Acara yang digelar pagi hari pukul 06.00 WIB itu bertajuk MiladKustik, sebuah persembahan live music secara akustik.  

MC Duo Gagal membuka acara
Dibuka dengan pembukaan oleh MC Duo Gagal (Gatse dan Galih) dilanjutkan dengan tilawah Al Qur’an yang dibawakan Indra Raihan membacakan surat Al An’am. 

"Ya, walaupun acaranya bertemakan musik tapi tetap Islami. Karena memang #IndonesiaTanpaJIL adalah gerakan dakwah untuk menyelamatkan aqidah umat dari bahaya JIL." Ujar panitia seperti dikutip dari laman Facebook mereka.

Acara MiladKustik #IndonesiaTanpaJIL cukup menarik perhatian khalayak, terlihat dari beberapa khalayak yang sedang berolahraga dan bersepeda berhenti untuk menyaksikan acara tersebut. 

Bahkan ada beberapa yang duduk-duduk di jalan menyaksikan acara sambil beristirahat sejenak.

Beberapa komunitas yang diundang pun  memberikan testimoni nya untuk gerakan #IndonesiaTanpaJIL ini. 

Komunitas seperti: Underground Tauhid, Peduli Jilbab, Pejuang Shubuh, Salam Satu Jari, Syarekat Kreatifiyah Indonesia , Ikatan Rohis Jabodetabek dan juga Smart Teeners. 

"Bahaya JIL bukan sekedar bahaya organisasi belaka namun yang lebih berbahaya adalah bahaya pemikiran, JIL yang mengusung SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme) yang nyata-nyata telah membusukkan aqidah Islam. Oleh karena itu gerakan #IndonesiaTanpaJIL harus tetap ada, harus tetap berjuang, harus tetap mengawal agama Islam, terutama generasi muda." Ungkap mereka

Band-band pengisi acara MiladKustik
Sederet pengisi acara ternama mengisi acara membawakan lagu-lagu dengan bermacam genre namun dalam satu nafas, nafas syiar Islam. 

Sebut saja Ali Utrujah, Salameh Hamzah, dan band-band ternama seperti Anti Mammon, Punk Muslim, The Coffe Band, nasyid Munsheed United dan tak ketinggalan Melody Maker Band. Di puncak acara Trio yang sedang naik daun, Axel Djody, Sean, Arvisco membuat acara yang semakin menjelang siang tersebut makin keren. 

Acara yang berakhir pukul 10.30 WIB ini ditutup dengan pembacaan doa oleh ustadz Zakaria yang juga salah satu pegiat #IndonesiaTanpaJIL. Dalam doanya, ustadz Zakaria memohon agar gerakan #IndonesiaTanpaJIL tetap dalam ke-istiqamah-an, tetap dalam jalinan satu ukhuwah, dalam satu nafas Islam. 

Tidak hanya itu ustadz Zakaria pun mengajak khalayak yang hadir turut mendoakan semua umat muslim yang sedang teraniaya di seluruh dunia.[#ITJ/FB/im]

Sumber: Islamedia

Kamis, 28 Maret 2013

Persahabatan Menuju Syurga


Seorang sahabat bisa lebih baik dan lebih dekat dari pada saudara atau keluarga. Sebaliknya pula, sahabat juga bisa menjadi seorang yang lebih jahat dari pada penjahat sekalipun. Semua tadi adalah hasil dari bagaimana niat, cara kita berteman, dan teman seperti apa yang kita pilih.

Islam selalu menuntun kita kepada hal yang baik. dalam hal persahabatan juga, pertama dalam hal niat kita diperintahkan untuk meniatkan dalam persahabatan hanya untuk menggapai ridho Allah. bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. dan sebagai contoh adalah persahabatan antara Nabi  SAW dan para sahabat-sahabatnya.

Coba renungkan ayat berikut :

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ


Artinya : "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS Az-Zukhruf : 67)

Ali bin Abi Thalib menafsirkan ayat diatas : Dua sahabat yang didasari oleh iman dan dua sahabat yang didasari kekufuran. Setelah salah seorang dari sahabat yang beriman meninggal, dia diberitakan akan tempatnya di surga. maka diapun ingat terhadap sahabatnya yang masih hidup, dan berdoa : Ya Allah, bahwa sifulan itu adalah sahabat hamba. dia selalu mengingatkan hamba untuk taat kepadaMu dan taat kepada RosulMu. dan memerintahkan hamba untuk selalu berbuat baik dan menjauhi yang mungkar. dan juga mengingatkan hamba akan kematian. Ya Allah, janganlah Engkau sesatkan dia dan perlihatkanlah kepadanya balasan (surga) sebagaimana Engkau perlihatkan kepada hamba. dan ridhoilah dia sebagaimana Engkau meridhoi hamba. maka dikatakan kepadanya : pergilah (kesurga) dan jika kamu mengetahui apa balasan untuknya niscaya kamu akan banyak tertawa dan sedikit menangis.

Dan tatkala yang satunya meninggal. ruh mereka berdua dikumpulkan dan mereka berdua diperintahkan untuk memuji satu sama lain. maka mereka saling mengatakan : sebaik-baiknya saudara, dan sebaik-baiknya teman.


Jika Salah satu sahabat yang kafir meninggal, dan diberi kabar tentang tempatnya di neraka. maka diapun ingat terhadap sahabatnya. maka dia berdoa : ya Allah, si fulan adalah sahabatku. dia selalu memerintahkanku untuk bermaksiat kepadaMu dan RosulMu. dan memerintahkanku untuk mengerjakan hal-hal yang buruk dan menjauhi hal-hal yang baik. dan mengatakan kepadaku bahwa aku tidak akan bertemu denganMu.

Ya Allah. janganlah Engkau beri hidayah kepadanya sampai Engkau melihatkan balasan atasnya seperti balasan atasku. dan bencilah dia sebagaimana engkau membenciku.

Ketika sahabat yang satunya meninggal, dikumpulkanlah ruh mereka berdua dan diperintahkan untuk saling mencela, maka mereka saling mengatakan : seburuk-buruknya saudara, dan seburuk-buruknya teman.

Ibnu Abbas berkata : setiap sahabat akan menjadi musuh kelak di akherat kecuali yang menjadikan ketakwaan sebagai dasar dalam persahabatan. Sudahkan anda memiliki sahabat yang selalu mengingatkan akan ketaatan kepada Allah dan RosulNya ? dan yang paling penting adalah, sudahkah anda menjadi seorang sahabat yang selalu mengingatkan sahabat anda dalam kebaikan ?

Kita mungkin tidak merasakan dampak langsung dari teman-sahabat terhadap diri kita. Tapi jika kita mau berpikir secara lebih dalam, akan mencerahkan bahwa teman atau sahabat  memiliki pengaruh yang dahsyat, kendatipun kita telah mengklaim bahwa kita memiliki karakter dan kepribadian kuat. Inilah mengapa kita mesti memilih teman secara bijak, karena teman bisa mengubah hidup secara keseluruhan, baik positif maupun negatif.

Karena alasan demikian, Nabi Muhammad pernah bersabda, "Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya."(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Dari Anas, dia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, "Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya (percikannya), maka kamu akan terkena asapnya." (HR. Abu Dawud).

Ayoo kembangkan lingkungan shaleh! Dimulai dari kita dan saat ini juga..