Pages

Kamis, 13 Juni 2013

RENUNGAN: Ayat-Ayat Anti Galau

Tags yang terkait dengan galau, quran, alquran, ayat, anti galau, arti galau, galau in english, galau meaning, lagu galau, galau adalah, kata kata galau kata galau, galau yovie nuno.Renungan ini sangat cocok buat Anda yang suka galau ataupun mengeluh. Inilah jawaban Sang Maha Pencipta untuk manusia yang selalu mengeluh:
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم ...

Ketika kita mengeluh: “Ah mana mungkin .....” Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82).
 
Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....” Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat ” (QS.An-Naba :9). Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...” Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan nya.” (QS. Al-Baqarah : 286).
Ketika kita mengeluh : “Stressss nih ... Panik ...” Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28).

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh ... ini mah semua bakal sia-sia ..” Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasan nya”. (QS. Al-Zalzalah :7). Ketika kita mengeluh : “Gile aje .. gw sendirian .. gak ada seorangpun yang mau bantuin ...” Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60).

Ketika kita mengeluh : “ Duh .. sedih banget deh gw ...” Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40).
 
Ketika kita mengeluh "duuh gw udah putus asa banget nih ..!" Allah menjawab : “...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. ( QS.Yusuf : 87).
 
Ketika kita mengeluh : "Gw benci banget, kenapa hal ini harus terjadi dalam hidup gw.." Allah menjawab : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216).
 
Semoga bermanfaat..Al Quran is the best solution for the problems.
Tags yang terkait dengan galau: quran, alquran, ayat, anti galau, arti galau, galau in english, galau meaning, lagu galau, galau adalah, kata kata galau, kata galau, galau yovie nuno. 
 
Sumber : http://www.sholat-dhuha.info/2012/11/renungan-ayat-ayat-anti-galau.html#.Ubo-cdgQrAI

7 Fadhilah Sholat Dhuha Yang Harus Diketahui

Shalat merupakan kunci diterima atau ditolaknya keseluruhan ibadah yang telah dilakukan seorang mukmin. Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa yang pertama dihisab oleh Allah Swt. dari amal seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Sebaiknya, jika shalatnya rusak, maka seluruh amalnya juga akan turut rusak. Karenanya, shalat yang kita kerjakan harus benar-benar terjaga kesempurnaannya. Salah satu cara menyempurnakan shalat wajib adalah dengan melaksanakan shalat sunat.

Banyak sekali pilihan shalat sunat yang dapat kita kerjakan untuk menyempurnakan pahala shalat wajib yang telah kita kerjakan. Sebut saja shalat sunat rawatib yang biasa kita kerjakan sebelum dan setelah mengerjakan
shalat lima waktu. Selain shalat sunat rawatib, kita juga mengenal banyak sekali jenis shalat sunat di antaranya adalah Tahiyatul Masjid, Syukrul Wudhu, Tahajud, Witir, serta Dhuha. Yang disebutkan terakhir kerap terlupakan karena meski kita tahu fadhilahnya tapi karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan dimulainya aktivitas harian, maka shalat Dhuha sering tidak dikerjakan.


Ya, shalat Dhuha ialah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, yaitu kira-kira setinggi lebih kurang 7 (tujuh) hasta atau sekitar setinggi satu tombak, antara pukul 08.00 pagi sampai dengan masuk waktu Dzuhur (sekitar pukul 11.00 siang).

Shalat Dhuha hukumnya sunat muakad (sangat dianjurkan dan mendekati wajib) karena Rasulullah senantiasa mengerjakannya dan berpesan kepada para sahabat untuk mengerjakannya juga. Shalat Dhuha juga merupakan wasiat Rasul kepada umatnya sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits. “Abu Hurairah r.a. menceritakan, ‘Kekasihku Rasulullah Saw. memberi wasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah kutinggalkan hingga meninggal dunia: shaum tiga hari dalam sebulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan hanya tidur setelah melakukan shalat Witir” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tentu saja, Rasulullah Saw. tidak akan mengistimewakan shalat Dhuha tanpa alasan. Berikut beberapa fadhilah atau keutamaan shalat Dhuha yang menjadikannya begitu istimewa di mata Rasullah Saw.

Pertama, shalat Dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah Swt. atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi dalam tubuh kita. Menurut Rasulullah Saw., setiap sendi dalam tubuh kita yang jumlahnya 360 ruas setiap harinya harus diberi sedekah sebagai makanannya.

“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah Saw., siapa yang sanggup melakukannya?” Rasulullah Saw. menjelaskan, “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka shalat Dhuha dua rakaat dapat menggantikannya.” (H.R. Ahmad dan Abu Daud)

Kedua, shalat Dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah Swt. sepanjang hari yang akan dilalui, entah berupa nikmat fisik maupun materi. Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.’” (H.R. Al-Hakim dan At-Tabrani)

Lebih dari itu, momen shalat Dhuha merupakan saat kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Di sinilah ruang kita menanam optimisme hidup. Kita tidak sendiri menjalani hidup ini. Ada Sang Maharahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

Ketiga, shalat Dhuha sebagai pelindung untuk menangkal siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi Saw. dalam haditsnya, “Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi)

Keempat, bagi orang yang merutinkan shalat Dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah Saw. bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama Bab Adh-Dhuha (Pintu Dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada yang akan memanggil, ‘Dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat Dhuha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.’” (H.R. At-Tabrani)

Kelima, pahala shalat Dhuha setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. “Dari Abu Umamah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.’” (Shahih Al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa, “Nabi Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang mengerjakan shalat Fajar (Shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.’” (Shahih Al-Jami: 6346)

Keenam, tercukupinya kebutuhan hidup. Orang yang gemar melaksanakan shalat Dhuha ikhlas karena Allah akan tercukupi rezekinya. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw. dalam hadits qudsi dari Abu Darda. Firman-Nya, “Wahai Anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. Tirmidzi)

Ketujuh, memperoleh ghanimah (keuntungan) yang besar. Dikisahkan, Rasulullah mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh Allah. Atas kehendak Allah, peperangan pun dimenangkan dan pasukan tersebut mendapat harta rampasan yang berlimpah. Orang-orang pun ramai membicarakan singkatnya peperangan yang dimenangkan dan banyaknya harta rampasan perang yang diperoleh. Kemudian Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ada yang lebih utama dan lebih baik dari mudahnya memperoleh kemenangan dan harta rampasan yang banyak yaitu shalat Dhuha.

“Dari Abdullah bin Amr bin Ash ia berkata, Rasulullah Saw. mengirim pasukan perang. Lalu, pasukan itu mendapat harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun (ramai) memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan cepat kembalinya mereka. Maka, Rasulullah Saw. bersabda, ‘Maukah aku tunjukan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat dari selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan cepatnya kembali (dari medan perang)? (Yaitu) orang yang berwudhu kemudian menuju masjid untuk mengerjakan shalat sunat Dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.’” (H.R. Ahmad)

Menilik banyaknya fadhilah di atas, cukup beralasan kiranya bila Nabi Saw. menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri melaksanakn shalat Dhuha. Dengan mengetahui fadhilah-fadhilah tersebut, diharapkan kita lebih termotivasi untuk beristiqamah melaksanakan shalat Dhuha agar tercapai tujuan bahagia dunia dan akhirat. Amin.
Sumber: majalahpercikaniman.blogspot.com 
http://www.sholat-dhuha.info/2011/09/7-fadhilah-sholat-dhuha-yang-harus.html#.Ubo2wtgQrAI

Selasa, 04 Juni 2013

Tips Awal Bagi Fotografer Pemula

Sebagai seorang fotografer pemula atau baru belajar tentang dunia fotografi, artikel kali ini cocok untuk dibaca. Kami akan mengulas beberapa gagasan yang bisa membantu kalian dalam proses menjadi seorang fotografer.

1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal
Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi. Jangan terburu-buru menggunakan SLR jika untuk kamera poket sederhana belum maksimal penggunaannya.

2. Pertimbangkan membeli Tripod
Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.

3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi
Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil
Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi
Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi
Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis
Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera
Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar
Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin
Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen
Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.

Rabu, 29 Mei 2013

DALIL MEMBACA TAHLIL UNTUK DIRI SENDIRI DAN UNTUK DIKIRIMKAN / DISEDEKAHKAN KEPADA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA ( TAHLILAN )

Riwayat dari Abdullah bin amru, bahwa ada laki2 yang bertanya kepada Rasul saw: Bagaimana menjadi muslim yang baik?
Rasul saw menjawab: Berikan makan kepada orang lain, ucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal
( HR. Imam Bukhari no.12 )

Riwayat dari Aisyah ra. Bahwa seorang laki2 mendatangi Nabi saw lalu bertanya: Ya Rasulullah Sungguh ibuku telah meninggal secara mendadak tanpa berwasiat. Aku kira seandainya dia masih sempat berbicara tentu dia bersedekah. Apakah dia mendapat pahala kalau aku bersedekah atas nama dia?
Rasulullah saw menjawab: Ya
( HR. Imam Bukhari no.1388 )

Beliau bersabda: “Orang yang terbaik dari kalian adalah orang yang berakhlak baik”
( HR. Imam Bukhari no. 3559)

Riwayat dari jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasul saw bersabda: Setiap perbuatan baik adalah sedekah
( HR. Imam Bukhari no. 6021)

Riwayat dari Itban Bin Malik Al Anshary ra. Dia berkata: Rasulullah saw pernah bersabda: seseorang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH semata2 untuk mencari ridha ALLAH tidak akan mendapat balasan yang pantas pada hari kiamat kecuali ALLAH akan menghindarkannya dari api neraka
( HR. Imam Bukhari no.6423 )

Riwayat dari Abu Dzaar ra, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda: Setiap ruas2 jari seseorang ada kapasitas untuk bersedekah. Setiap TASBIH adalah sedekah, setiap TAHMID adalah sedekah, setiap TAHLIL adalah sedekah, setiap TAKBIR adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah dan mencegah kemungkaran adalah sedekah, namun 2 rakaat sholat dhuha yang dilakukan oleh seseorang menyamai semua itu
( HR. Imam Muslim no.364 )

Riwayat dari Abu Said Al Khudri ra: Ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: Ajarilah / tuntunlah orang2 yang hampir mati dengan bacaan LAA ILAAHA ILALLAAH
( HR. Imam Muslim no.453 )

Riwayat dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: Apabila seseorang mati, maka putuslah amalnya kecuali 3 yaitu: sedekah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendoakannya
( HR. Imam Muslim no.1001 )

Ibnu Abbas ra berkata:
“Apabila datang hari iid, hari jumat pertama dari bulan rajab, malam nisfu syaban, lailatul qadar dan malam jumat keluarlah ruh2 orangmati dari kubur mereka dan berhenti di pintu2 rumah mereka dan berkata:
Kasihanilah kami pada malam yang yang penuh berkah ini dengan bersedekah atau memberi makan
Karena kami sangat membutuhkan ( pahala itu )
Apabila kalian kikir untuk itu dan tak mampu memberikannya maka ingatlah kami dengan membaca al fatihah pada malam yang ppenuh berkah ini
Adakah orang yang mengaasihiku? Adakah orang yang mengingat pengembaraanku?
Wahai penghuni rumahku, wahai orang yang menikahi istriku, wahai orang yang menempati gedung2ku, kami sekarang dalam kesempitan kubur
Wahai orang yang membagi harta bendaku, wahai orang yang menghina anak yatimku, adakah diantara kalian yang mengingat pengembaraan kami ini
Kitab2 amalaku telah tertutup, sedangkan kitab amal2 kalian masih terbuka
Tidak ada bagi mayat dalam kubur secarik kainpun maka janganlah kalian lupakan kami dengan bersedekah sesuap makanan dan doa2 kalian, karena kami membutuhkan selama2nya”

Apabila si mayat tersebut menemui shodaqoh dan doa maka kembalilah mereka dengan riang gembira
Dan apabila tidak maka kembalilah dia dengan penuh kesedihan peyesalan dan keputusasaan lantaran mereka
( Daqooiqul akhbar, Al Imam Abdur Rohim Bin Ahmad Qodhi )

Ket:
- Para Masyayikh al-’Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa al-Haadiin al-Muhtadiin RA telah menjelaskan dan mengamalkan DZIKIR FIDA’ guna menebus, membebaskan, melepaskan, menyelamatkan dan mengamankan diri mereka, lebih-lebih keluarga mereka dari siksa api neraka.

- Penebusan diri dari api neraka itu telah ada sejak zaman Baginda Habibillah Rasulillah Muhammad SAW, metode yang secara khusus diamalkan oleh para Masyayikh al-’Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa al-Haadiin al-Muhtadiin RA yang telah masyhur dengan istilah DZIKIR FIDA’, terbagi menjadi 2 metode:
1. ‘Ataqot al-Shughra, yaitu membaca “Subhanallah wa Bihamdih” sebanyak 1.000 x dan “Laa ilaaHha illallaHh ” sebanyak 70.000 x, sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka.
2. ‘Ataqot al-Kubra, yaitu membaca surat al-Ikhlas sebanyak 100.000 x, sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka.

- Syaikh Nawawi RA / Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Amr al-Jawi RA berkata: “Bacaan Laailaha Illallah sebanyak ini 70.000x disebut ataqat al-sughra (pembebasan kecil), sebagaimana halnya surat al-Ikhlash ketika dibaca sampai 100.000 kali disebut ataqat al-kubra (pembebasan besar), walaupun hal itu dilakukan pada jarak beberapa tahun, karena tidak disyaratkan untuk berturut-turut.

- Syeikh Abu al-Abbas Ahmad al-Qasthalani RA berkata: “Aku mendengar Syaikh Abu Abdillah al-Qarsyi berkata: “Aku mendengar Abu Yazid al-Qurthubi RA berkata dalam sebagian atsar: “Barang siapa yang mengucapkan Laailaha Illallah 70.000 x, maka hal itu menjadi tebusannya dari api neraka.

Maka aku mengamalkan hal itu karena mengharap berkah janji itu. Lalu aku mengerjakannya dan sebagiannya kupersembahkan untuk keluargaku. Aku mengerjakan beberapa amal untuk simpanan diriku sendiri (di hari kiamat).

Pada waktu itu ada seorang pemuda yang bermalam bersama kami, pemuda itu dianugerahi ilmu kasyaf, mampu melihat surga dan neraka. Para jamaah memang menilai pemuda itu sebagai orang yang mempunyai keutamaan walaupun usianya masih muda.

Di dalam hatiku terbesit sesuatu tentang pemuda itu. Kemudian sebagian ikhwan sepakat untuk mengundang dan mengajak kami ke rumah pemuda itu.

Kami menyantap makanan dan pemuda itu bersama kami. Tiba-tiba pemuda itu berteriak yang menimbulkan asumsi tidak baik. Pemuda itu berkata: “Wahai paman, ini adalah ibuku sekarang berada di neraka.”

Pemuda itu berteriak dengan teriakan yang sangat keras. Siapapun yang mendengarnya pasti akan mengerti kalau pemuda itu tertimpa masalah yang sangat besar.

Setelah aku melihat kepanikan dan kesedihannya, maka aku berkata: “Hari ini aku akan mencoba untuk bersedekah kepadanya. Lalu Allah SWT memberi ilham kepadaku untuk membacakan Lailaaha Illallah sebanyak 70.000 kali dan hanya Allah sajalah yang mengetahui hal itu.

Aku berkata dalam hatiku: “Atsar ini pasti benar dan orang-orang yang meriwayatkan kepadaku adalah orang-orang yang jujur. Ya Allah, Laailaha Illallah sebanyak 70.000 ini adalah sebagai tebusan bagi ibu pemuda ini.”

Belum selesai hatiku berkata seperti itu, tiba-tiba pemuda itu berkata: “Wahai paman, ibuku ini telah dikeluarkan dari neraka.”

Segala puji bagi Allah. Dengan peristiwa itu aku memperoleh 2 faidah. Pertama, menguji kebenaran atsar. Kedua, dapat menyelamatkan pemuda itu dan mengetahui kejujurannya.”

- Ada salah satu Ponpes Tasawuf Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabaniyah yang menjalankan dzikir fida' tersebut pada bulan ramadhan secara bersama2 setelah sholat tarawih. Di hari biasa mereka mengerjakannya sendiri2 di tempatnya masing2
 
Sumber : http://kumpulankutipan.blogspot.com/

Selasa, 28 Mei 2013

Al-Zalzalah dalam Hari ku

hari ini adalah hari dimana wajah ini terasa di tampar telak dan tak bisa melawan, berbagai kejadian serasa menusuk dada, silih menikam dengan tajam dan menusuk ke tengah jantung, semakin sadar akan segala hal yg menyangkut akan kekuasaan-Nya, disinilah tingkat kesadaran yg perlu di pertajam dengan keimanan, bukan hanya menyesali hal yg sudah terjadi, ini bukti dari Firman Alloh  SWT: 

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.


8. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.
(Q.S. Al-Zalzalah. 7-9)

makin hari makin merasa kotor akan segala sesuatu hal yg telah dilakukan, seolah-olah semua hal yg telah di lakukan tidak bermanfaat untuk hidup. Namun disinilah rasa syukur yg harus disyukuri lebih dalam karna setiap hal yg kita lakukan tidak lepas dari pengawasan dan Hikmah pelajaran dari Alloh SWT.
Perbaikan diri ini harus terus dilakukan sampai nyawa berada di tenggorokan, jangan pernah merasa cukup dengan amalan-amalan yg kita lakukan, tapi terus merasa kurang dengan apa yg telah kita lakukan, agar kita terus berusaha memperbaiki diri.
hari ini cukup menjadi hari yg memberi pelajaran bermakna dalam hidup.